5/01/2013
1/15/2013
Mesin Boring, Mesin Drilling, Mesin Tapping,
Boring
BORING,Digunakan untuk memperbesar lubang yang sudah ada,dan
menyempurnakan
lubang yang
sebelumnya telah mengalami proses drilling agar mendapat ukuran atau
bentukyang
diinginkan,dengan menggunakan alat iris tipe singnle-point.sedangkan twist
drill disini merupakan jenis alat iris yang
paling banyak digunakan.
Pada mesin
pengeboran,perkakasnya berputar sedangkan benda kerjanya
diam.Menghantarkan atau menggeser kereta
luncur perkakas kepada benda kerja
berputar biasanya lebih menyenangkan dari pada
menggeser benda kerja yang berputar
pada kepala tetap
kepada perkakas yang diam.Benda kerja yang dibor dan lubangnya
dilebarkan untuk menempatkan,dapat dipegang
diantara kedua pusatnya dengan salah
satu jenis
mandril.Jenis-jenis maddril yaitu:madril pejal,madril gang,madril
memuai,madril
kerucut.
Mesin bor jenis
pilar:Mesin bor tipe pilar dari sebuah batang tegak,padanya dipasang
kepala mesin bor dan meja kerja yang dapat
dinaik turunkan.Mesin bor ini biasa
dilengkapi dengan pemakan otomatis,disamping
dengan tuas pemutar dengan
tangan.Pada saat melakukan pekerjaan melubangi
suatu benda maka harus
memperhatikan:
- Rambut apabila panjang maka harus diikat atau menggunakan topi
- Pakaian tangan panjang harus dilipat dahulu atau gunakanlah pakaian lengan
pendek
- Jangan menggunakan sarung tangan ketika melakukan kerja dengan mesin BOR
- Selalu bersihkan serbuk sisa bor
- Jangan menyimpan benda-benda lain disekitar meja bor
- Pilihlah mata bor dan atur kecepatan bor dengan memindahkan belt pada pulley
yang sesuai dengan benda kerja.
Drilling
DRILLING :digunakan untuk pembuatan lubang pada benda
kerja yang padat.Jenis
cutter-nya
twist drill.Mesin drill atau yang
biasa disebut dengan mesin bor pada gerakan
memotongnya perkakasnya berputar dan gerakan
mejanya mengangkat,sedangkan jenis
operasinya mengurdi ,mengebor,melebarkan dan
mengebor muka .
Macam-macam mata bor:
Mata bor yang digunakan pada mesin
bor disesuaikan dengan bentuk yang
diinginkan .Secara umum terdapat twist
drill,bor senter,reamer untuk meleberkan lubang
sampai ukuran
yang teliti,konterbor(counterbore),kontersing(countersink),spot
face,boring dan tap.Pengeboran adalah salah
satu hal penting dan sering digunakan
dalam operasi pemesinan .Mesin bor dapat juga
digunakan untuk bermacam-macam
operasi seperti
reaming(pelebaran),counterboring,bouring,pemotongan ulir,dan beberapa
pekerjaan yang bulat.Berikut ini adalah
macam-macam mesin bor:
1.Mesin
bor tangan:Penggunaan
dari mesin bor tangan terutama dalam
benda yang
telah dipasang,benda terpasang(fitting).Ada mesin bor tangan
dengan
pemutaran oleh
tangan,tapi
sekarang mesin bor tangan semuanya diputar dengan
listrik.Mesin-mesin ini sering juga bekerja sebagaimesin serba guna
yang
kecil
dengan memasang seperti pisau gergaji putar,gerindra dan
polishinng
disk(cakram polishing)dll.
Reaming
REAMING,Digunakan untuk memperhalus lubang yang
telah dibuat dan operasi ini juga
digunakan
untuk memberi ukuran yang tepat pada lubang (dari hasil operasi drilling atau
boring)dan
menghasilkan permukaan yang halus dengan menggunakan alat iris bersisi
banyak Pada
operasi reaming digunakan untuk mendapatkan keuntungan yang baik dan
permukaan
final untuk setiap komponen kontruksi mesin sebagai proses penyelesaian
permukaan(penghalusan akhir).Mata bor yang
terdapat pada mesin bor disesuaikan
dengan
bentuk yang diiginkan,dan salah satunya adalah reamer yang berfungsi untuk
melebarkan
lubang sampai ukuran teliti.Pengeboran adalah salah satu penting dan sering
digunakan
dalam operasi pemesinan.Mesin bor yang digunakan untuk bermacam-macam
operasi,dan
salah satunya seperti reaming(pelebaran).
12/27/2012
PKM Wirausaha Handicraft Kain Perca
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan usaha kecil menengah (UKM)
begitu pesat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. UKM memegang
peranan penting pada perekonomian, karena UKM berfungsi sebagai penyeimbang
dalam siklus hidup suatu industri. Pesatnya pertumbuhan UKM mempengaruhi
produksi limbah dan pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan karena sebagian
besar UKM yang ada memproduksi barang dari barang setengah jadi, dan sisa hasil
proses produksinya menjadi sampah dan tidak di olah lagi. Sebenarnya ada
beberapa jenis limbah yang dapat di daur ulang menjadi produk yang bernilai
ekonomis dan memiliki nilai fungsi yang berbeda dari sebelumnya. Sebut saja
limbah hasil garmen atau konveksi dan tailor
yang berupa sisa-sisa kain atau kain perca. dengan ide kreatif dan inovatif
kain perca yang terbuang ini dapat diolah kembali menjadi produk-produk unik
dan variatif.
Pangsa pasar penjualan souvenir dan
kerajinan tangan (handicraft) sangat
bagus, terlebih pasca pembangunan jembatan Suramadu sebagai jembatan penghubung
perekonomian kota Bangkalan. Banyak pengunjung berdatangan untuk melihat pesona
jembatan penghubung surabaya dan madura ini, namun tak hanya itu pengunjung
yang berdatangan juga berbelanja souvenir khas madura seperti pecut, celurit,
batik dan lain-lain. Namun dari macam-macam souvenir dan kerajinan tangna yang
ditawarkan masih belum ditemukan pemanfaatan kain perca secara totalitas. Dan
sebagian besar pengunjung banyak tertarik pada batik.
Bangkalan terbilang banyak memiliki UKM yang
bergerak dibidang garmen. Dapat diprediksi seberapa banyak kain perca yang di
buang begitu saja. Kondisi ini memberi kami inspirasi untuk membuat sesuatu
yang baru dengan memanfaatkan limbah produksi garmen yang
berupa kain perca sebagai bahan baku
produk buatan kami. Dengan kombinasi
perca kain batik dan perca kain polos
diharapkan mampu menarik perhatian konsumen dan menjadikan kerajinan
tangan kain perca ini menjadi oleh-oleh khas madura yang unik dari sekian
banyak jenis souvenir dan kerajinan tangan.
1.1 TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari
proposal ini
adalah:
1.
Mengembangkan
usaha daur ulang dari kain perca di lingkungan masyarakat.
2.
Menciptakan produk souvenir yang
lebih inovatif.
3.
Memanfaatkan peluang pasar
dibidang souvenir yang masih sedikit macamnya di Madura.
4.
Sebagai
salah satu upaya kepedulian terhadap lingkungan.
1.2 LUARAN YANG DIHARAPKAN
Adapun luaran yang
diharapkan pada program ini adalah
:
1.
Mampu menghasilkan produk souvenir
yang menarik dan inovatif.
2.
Mampu bersaing dengan usaha produk
UKM yang
lainnya sehingga usaha ini pantas untuk dikembangkan.
3.
Mampu memberi peluang lapangan
kerja.
4.
Membantu
mengurangi produksi sampah yang dihasilkan beberapa UKM terkait.
12/23/2012
Part Drawing (Sketsa Produk) Operation Process Chart (OPC) Assembly Chart (AC)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu informasi yang perlu didapat dalam membuat suatu
tata letak pabrik adalah urutan proses, jumlah mesih yang dibutuhkan, dan
kebutuhan rough lumber untuk membuat sandal. Peta kerja yang
digunakan untuk menggambarkan urutan proses, salah satunya adalah OPC atau Operation Process Chart. Tidak kalah pentingnya Part Drawing , dan Assembly
Chart juga sangat perlu diperhitungkan dalam pembangunan sebuah pabrik oleh
konsultan yang dipercaya oleh clien.
Semua kebutuhan anggaran untuk pembuatan suatu pabrik ditentukan oleh
perencanaan yang sempurna. Suatu perencanaan dikatakan sempurna jika seorang
konsultan dapat meminimalisir biaya – biaya yang dibutuhkan. Langkah awal
penentuan pembangunan sebuah pabrik dapat dilihat sebagai barikut:
Ø
Part Drawing (Sketsa Produk)
Ø
Operation Process Chart (OPC)
Ø
Assembly Chart
(AC)
Dalam rangka untuk
mendapatkan suatu perancangan desain yang optimum, maka hal-hal yang harus
diperhatikan adalah faktor-faktor seperti diatas. Aplikasikan secara luas antara lain dalam hal perancangan
areal kerja, perancangan
peralatan kerja seperti mesin, perancangan
produk-produk konsumtif dan perancangan lingkungan kerja fisik.
1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas (PTLF) pada
sebagai berikut :
1.
Mengetahui
dimensi produk sandal serta gambaran proses produksi.
2.
Mengetahui
kebutuhan mesin yang dipakai dalam produksi sandal serta waktu yang digunakan
dalam pembuatan sandal.
3.
Mengetahui
komponen – komponen pembentuk sandal
BAB II
Tinjauan pustaka
2.1
OPC (Operation
Process Chart)
Menurut Sutalaksana (1979), operasi proces chart (OPC) merupakan peta yang menggambarkan langkah-langkah proses perakitan
yang akan dialami komponen berikut pemeriksaannya dari awal sampai produk jadi
selesai.
Menurut Gaspersz (2002), struktur produk atau bill of materials (BOM) didefinisikan sebagai cara komponen-komponen itu bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufakturing. Struktur produk akan menunjukkan bahan baku yang dikonversi ke dalam komponen-komponen fabrikasi kemudian komponen-komponen itu bergabung secara bersama untuk membuat sub assemblies, kemudian sub assemblies bergabung bersama membuat assemblies dan seterusnya sampai produk akhir.
Menurut Gaspersz (2002), struktur produk atau bill of materials (BOM) didefinisikan sebagai cara komponen-komponen itu bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufakturing. Struktur produk akan menunjukkan bahan baku yang dikonversi ke dalam komponen-komponen fabrikasi kemudian komponen-komponen itu bergabung secara bersama untuk membuat sub assemblies, kemudian sub assemblies bergabung bersama membuat assemblies dan seterusnya sampai produk akhir.
Kebanyakan produk memiliki struktur standar dimana sub
assemblies lebih banyak daripada produk akhir dan komponen daripada sub assemblies (berbentuk segitiga dengan
puncak adalah produk akhir, bagian tengah adalah assemblies dan bagian bawah
adalah komponen dan bahan baku). Ada juga produk yang memiliki struktur modular
seperti mobil dan komputer, dimana lebih sedikit sub assemblies atau modul
dibandingkan dengan produk akhir (berbentuk dua buah segitiga dengan dua buah
puncak bertemu di tengah dengan bagian atas adalah produk akhir, bagian tengah
adalah assemblies dan bagian bawah
adalah komponen dan bahan baku)
Menurut Sutalaksana (1979), struktur produk yang terakhir
adalah struktur inverted. Pada struktur ini sub assemblies lebih sedikit
dibandingkan dengan produk akhir, dan lebih sedikit komponen dan bahan baku
dibandingkan subassemblies (berbentuk segitiga terbalik, dengan bagian atas
adalah produk akhir, bagian tengah adalah assemblies dan bagian bawah adalah
komponen dan bahan baku).
Menurut mohamad rivani (2011) Definisi OPC Operation Process
Chart adalah diagram
yang
menggambarkan langkah-langkah
proses pengerjaan material,
mulai dari bahan
baku (material) hingga
menjadi komponen atau produk jadi. OPC
memuat informasi-informasi yang
diperlukan untuk analisis
lebih lanjut waktu yang dihabiskan,
material yang digunakan, dan tempat atau mesin yang dipakai untuk memproses
material. Jadi, dalam
suatu Operation Process Chart
yang dicatat hanyalah kegiatan-kegiatan operasi dan
pemeriksaan, terkadang pada
akhir operasi dicantumkan
kegiatan penyimpanan.
Manfaat OPC
1. Untuk mengetahui kebutuhan mesin dan
penganggarannya
2. Untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku
3. Salah satu alat untuk menentukan tataletak
pabrik
Prinsip-prinsip Penyusunan OPC
1. Pada
baris paling atas terdapat
kepala peta “Operation
Process Chart”, dan identifikasi lain:
nama objek yang
dipetakan, nama pembuat
peta, tanggal dipetakan, cara
lama atau cara sekarang, nomor peta, dan nomor gambar.
2. Material
yang akan diproses
diletakkan di atas
garis horizontal, untuk
menunjukkan bahwa material tersebut masuk ke dalam proses.
3. Lambang-lambang ditempatkan
dalam arah vertikal,
yang menunjukkan terjadinya
perubahan proses.
4. Penomoran
terhadap suatu kegiatan
operasi diberikan secara
berurutan, sesuai dengan urutan
operasi yang dibutuhkan
untuk pembuatan produk
tersebut, atau sesuai dengan
proses yang terjadi.
5. Penomoran
terhadap suatu kegiatan
inspeksi diberikan secara
tersendiri dan prinsipnya sama
dengan penomoran untuk kegiatan operasi.
6. Pada bagian bawah OPC dibuat ringkasan yang
memuat informasi: jumlah operasi, jumlah inspeksi, serta jumlah waktu yang
diperlukan.
Dalam
setiap peta proses operasi kegiatan dalam bentuk lambang atau simbol yang telah
dibakukan adalah sebagai berikut:
1.
Operasi
Yaitu suatu kegiatan operasi yang terjadi apabila benda kerja
mengalami perubahan sifat, baik fisik maupun kimiawinya. Operasi merupakan
kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses yang biasanya terjadi di
suatu mesin atau stasiun kerja.
Contoh:
membuat benda dengan mesin bubut, mengecat benda kerja dan merakit benda kerja.
2.
Pemeriksaan (Inspeksi)
Yaitu suatu kegiatan pemeriksaan terhadap benda kerja atau
peralatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Lambing ini digunakan
untuk melakukan pemeriksaan terhadap suatu objek tertentu agar sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan.
Contoh:
mengukur dimensi benda kerja sesuai spec, memeriksa warna benda dan merakit
benda kerja.
3.
Aktifitas gabungan
Yaitu suatu kegiatan yang terjadi apabila aktivitas operasi
dan pemeriksaan dilakukan secara bersamaanatau pada satu tempat benda.
Contoh:
memeriksa benda kerja kemudian dimasukkan kedalam box karton.
4.
Penyimpanan
Yaitu suatu kegiatan menyimpan benda kerja untuk waktu yang
cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali biasanya melakukan
prosedur perizinan tertentu.
Contoh
: bahan baku yang disimpan dalam gudang dan menyimpan benda kerja hasil
produksi.
Peta proses operasi (OPC) akan menunjukkan langkah-langkah
secara kronologis dari semua operasi inspeksi, waktu longgar dan bahan baku yang digunakan dalam suatu proses
manufaktur yaitu mulai dari datangnya bahan baku sampai ke proses pembungkusan (packing) dari produk jadi yang
dihasilkan. Peta ini akan
melukiskan
peta operasi dari seluruh komponen-komponen dan
sub assembly sampai menuju
main assembly.
Peta proses operasi (OPC) termasuk ke dalam kategori peta
kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan ker ja keseluruhan. OPC termasuk
ke dalam peta untuk kegiatan kerja keseluruhan kar ena kegiatan tersebut
melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat
produk yang bersangkutan. Sedangkan peta kerja untuk kegiatan kerja setemp at
terjadi ap abila ke giatan tersebut berlan gsun g dalam suatu stasiun kerja
yang biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Peta proses operasi merupakan suatu diagram
yang menggambarkan langkah-langkah proses
yang akan dialami bahan-bahan baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemeriksaan. Sejak dari awal sampai menjadi
produk jadi utuh maupun sebagai komponen, dan juga memuat informasi-informasi
yang diperlukan untuk analisa lebih lanjut, seperti: waktu yang
dihabiskan, material yang digunakan, dan
tempat atau alat atau mesin yang
dipakai.
Peta Rakitan (Assembly Chart) belum
menjelaskan lebih terperinci mengenai urutan produksi yang dilalui oleh suatu
produk. Oleh karena itu perlu dibuat dengan menggunakan Operation Process
Chart (OPC) dimana peta ini memperluas peta rakitan dengan menambahkan
setiap operasi ke dalam gambaran grafis dari pola aliran pertama yang telah
dikembangkan.
Operation Process Chart (OPC) adalah salah
satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Kenyatannya peta
ini adalah gambaran tentang proses, dan telah digunakan dalam bebagai cara
sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Dengan tambahan data lain, peta ini
dapat digunakan sebagai alat manajemen.
Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process
Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut :
1. Mengkombinasikan lintasan produksi
dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap.
2. Menunjukkan operasi yang harus
dilakukan untuk tiap komponen.
3. Menunjukkan urutan operasi pada tiap
komponen.
4. Menunjukkan urutan fabrikasi dan
rakitan dari tiap komponen.
5. Menunjukkan kerumitan nisbi dari
fabrikasi tiap komponen.
6. Menunjukkan hubungan antar komponen
7.Menunjukkan panjang nisbi dari lintas
fambikasi dan ruang yang dibutuhkannya.
8. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses.
9. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian.
10. Membedakan antara komponen yang
dibuat dengan yang dibeli.
11. Membantu perencanaan tempat kerja
mandiri.
12. Menunjukkan jumlah pekerja yang
dibutuhkan.
13. Menunjukkan secara nisbi
konsentrasi mesin, peralatan dan pekerja.
14. Menunjukkan sifat pola aliran
bahan.
15. Menunjukkan sifat masalah
penanganan bahan.
16. Menunjukkan kesulitan-kesulitan
yang mungkin timbul dalam aliran produksi.
17. Mencatat proses pembuatan untuk
diperlihatkan pada bagian lain.
Standar pengerjaan Peta
Proses Operasi adalah:
1. Pilih komponen pertama yang akan
digambarkan, jika peta akan digunakan sebagai dasar bagi sebuah jalur rakitan
bagian yang mempunyai komponen paling banyak sebaiknya dipilih pertama kali,
mulai dari sudut kanan kertas, catat operasi rakitan. Komponen-komponen yang
dibeli dalam keadaan jadi digambarkan dengan garis pendek ke kiri.
2. Jika semua operasi rakitan dan
pemeriksaan pada bagian utama sudah masuk, lanjutkan ke operasi fabrikasi,
dalam urutan terbalik, gambarkan garis mendatar pada bagian kanan atas peta ke
kanan, untuk menuliskan bahan baku, uraian tentang bahan langsung dicatat pada
garis tersebut yang dapat dibuat selengkap-lengkapnya.
3. Ke sebelah kanan dari lambang
operasi, buat uraian operasi, waktu penyelesain pekerjaan, dll.
4. Cirikan komponen terakhir pada
operasi tersebut. Gambar garis mendatar jauh ke kiri, tunjukkan dengan
lingkaran 12 mm untuk operasi dan segi empat untuk pemeriksaan dalam urutan
terbalik kearah atas. Masukkan nomor operasi dari lintasan produksi tersebut.
5. Lanjutkan sampai semua komponen
terselesaikan dipetakan, baik komponen yang dibuat dan yang dibeli harus tercantum
di dalam peta.
6. Rakitan bagian digambarkan
sedemikian rupa seperti cara pada peta rakitan.
7.
Periksa peta dengan dokumen barang dan lintasan produksi untuk menjamin
agar tidak ada bagian
atau operasi yang luput.
![]() |
Gambar 2.1 Operation Process Chart
Ada empat hal yang perlu
diperhatikan atau dipertimbangkan agar diperoleh suatu proses kerja yang baik
melalui analisa peta proses operasi yaitu analisa terhadap bahan-bahan, operasi
pemeriksaan dan terhadap waktu penyelesaian suatu proses. Keempat hal tersebut
di atas, dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Bahan-bahan
Kita harus mempertimbangkan semua alternatif dari bahan
yang digunakan, proses penyelesaian dan toleransi sedemikian rupa sehingga
sesuai dengan fungsi, realibilitas pelayanan dan waktunya.
b. Operasi
Juga dalam hal ini harus dipertimbangkan mengenai semua
alternatif yang mungkin untuk proses pengolahan, pembuatan, pengerjaan dengan
mesin atau metode perakitannya, beserta alat-alat dan perlengkapannya yang
digunakan. Perbaikan yang mungkin bisa dilakukan misalnya: dengan
menghilangkan, menggabungkan, merubah atau menyederhanakan operasi-operasi yang
terjadi.
c. Pemeriksaan
Dalam hal ini kita harus mempunyai standar kualitas. Suatu
objek dikatakan memenuhi syarat kualitasnya jika setelah dibandingkan dengan
standar ternyata lebih baik atau minimal sama. Proses pemeriksaan bisa
dilakukan dengan teknik samping atau satu persatu dari semua objek yang dibuat
tentunya cara yang terakhir tersebut dilaksanakan apabila jumlah produksinya
sedikit.
d. Waktu
Untuk mempersingkat waktu penyelesaian, kita harus
mempertimbangkan semua alternatif mengenai metoda, peralatan dan tentunya
penggunaan perlengkapan-perlengkapan khusus.
Dari
Peta Proses Operasi yang telah selesai terlihat bahwa pola aliran yang tetap
mulai terbentuk dan dengan sedikit imajinasi, tata letak akan mulai terbayang
oleh perancang fasilitas. Peta Proses Operasi juga dapat memperlihatkan
komponen-komponen yang menimbulkan masalah terbesar dalam perencanaan dan
komponen yang tidak terlalu penting.
Selain itu Peta Proses Operasi juga akan menunjukkan bagian
mana yang erat kaitannya dengan yang lain dan dengan demikian harus dibuat
dalam wilayah yang berdekatan. Dilain pihak, Peta Proses Operasi akan menjadi
kurang berarti jika dibuat untuk produk yang mengandung jumlah komponen yang
besar.
2.2 Peta Rakitan (Assembly
Chart)
Peta Rakitan adalah gambaran grafis dari
urutan-urutan aliran komponen dan rakitan-bagian (sub assembly) ke
rakitan suatu produk. Akan terlihat bahwa peta rakitan menunjukkan cara yang
mudah untuk memahami :
1. Komponen-komponen
yang membentuk produk
2. Bagaimana
komponen-komponen ini bergabung bersama
3. Komponen yang
menjadi bagian suatu rakitan-bagian
4. Aliran komponen
ke dalam sebuah rakitan
5. Keterkaitan
antara komponen dengan rakitan-bagian
6. Gambaran
menyeluruh dari proses rakitan
7. Urutan waktu
komponen bergabung bersama
8. Suatu gambaran
awal dari pola aliran bahan
Standar
Pengerjaan dari Assembly Chart adalah sebagai berikut [Apple,1990, hal
139] :
1. Operasi
terakhir yang menunjukkan rakitan suatu produk digambarkan dengan lingkaran
berdiameter 12 mm dan harus dituliskan operasi itu di sebelah kanan lingkaran
tersebut.
2. Gambarkan
garis mendatar dari lingkaran kearah kiri, tempatkan lingkaran berdiameter 6 mm
pada bagian ujungnya, tunjukkan setiap komponen (nama, nomor komponen, jumlah,
dsb) yang dirakit pada proses tersebut.
3. Jika
yang dihadapi adalah rakitan-bagian, maka buat garis tadi sebagian dan akhiri
dengan lingkaran berdiameter 9 mm, garis yang menunjukkan komponen mandiri
harus ditarik ke sebelah kiri dan diakhiri dengan diameter 6 mm.
4. Jika
operasi rakitan terakhir dan komponen-komponennya selesai dicatat, gambarkan
garis tegak pendek dari garis lingkaran 9 mm ke atas, memasuki lingkaran 12 mm
yang menunjukkan operasi rakitan sebelum operasi rakitan yang telah digambarkan
pada langkah 2 dan langlah 3.
5. Periksa
kembali peta tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh komponen telah tercantum,
masukkan nomer-nomor operasi rakitan bagian ke dalam lingkaran (jika perlu),
komponen yang terdaftar di sebelah kiri diberi nomor urut dari atas ke bawah
bagian sub assembly.
Gambar 2.2 Assembly
Chart
Lingkaran yang menunjukkan rakitan atau
rakitan-bagian tidak selalu harus menunjukkan lintasan stasiun kerja atau
lintasan rakitan atau bahkan lintasan orang, tapi hanya benar-benar menunjukkan
urutan operasi yang harus dikerjakan. Waktu yang diperlukan oleh tiap operasi
akan menentukan akan menetukan apa yang harus dilakukan operator.
Tujuan utama dari peta rakitan adalah untuk menunjukkan
keterkaitan antara komponen, yang dapat juga digambarkan oleh sebuah
‘gambar-terurai’. Teknik-teknik ini dapat juga digunakan untuk mengajar pekerja
yang tidak ahli untuk mengetahui urutan suatu rakitan yang rumit. Assembly Chart merupakan diagram
yang menggambarkan hubungan antara
komponen-komponen yang akan dirakit menjadi sebuah produk. Assembly Chart bermanfaat untuk menunjukkan komponen penyusun suatu
produk dan menjelaskan urutan perakitan komponen-komponen tersebut.
Urutan Pembuatan Tools Perencanaan Proses
1.
Pembuatan tools perencanaan proses yang
pertama adalah pembuatan Assembly Chart
(AC), kemudian pembuatan Precedence
Diagram (PD). Pembuatan AC dilakukan sebelum PD karena PD dibuat
berdasarkan AC. Penulisan keterangan pada PD pun, pada bagian-bagian yang telah
diassembly, mengikuti penamaan pada
AC (contoh: S9A1).
2. Bersamaan
dengan pembuatan AC dan PD, dilakukan pembuatan Multilevel Tree, kemudian baru Bill of Material (BOM). Pembuatan BOM setelah Multilevel Tree, karena dari
pembuatan Multilevel Tree kita dapat
menentukan penomoran dan level part,
untuk menentukan posisi suatu komponen pada Multilevel
BOM, karena komponen yang semakin besar nilai levelnya, penulisan pada
Multilevel BOM-nya semakin menjorok ke dalam.
3. Pembuatan
Lembar Rencana Proses (LRP) dapat dilakukan sebelum, setelah, maupun
berbarengan dengan proses-proses di atas, karena pembuatannya tidak saling
berhubungan. Setelah semuanya, baru dibuat Operation
Process Chart (OPC). Karena OPC memuat
informasi tentang urutan-urutan proses pembuatan komponen yang terdapat pada
LRP, dan juga daftar komponen dan urutan perakitan yang bisa didapat dari BOM,
AC, dan PD.
Aktifitas dalam perusahaan diusahaan
agar dapat terjadi kesinambungan maka perlu dokumentasi yangmemadai, oleh
karena itu dokumentasi produksi perlu sekali dilakukan dalam program
pengembangan produk. Adapun dokumentasi yang lazim dilakukan antara lain:
1. Gambar Perakitan (Assembly Drawing) yaitu pandangan produk
yang dilepas masing-masing komponenya biasanya melalui gambar tiga dimensi atau
isometris.
2. Diagram Perakitan (Assembly Chart) yaitu sebuah grafik
sebagai jalan untuk menerangkan bagaimana komponen mengalir menjadi sub
perakitan dan akhirnya menjadi produk jadi.
3. Lembar Rute (Route Sheet) yaitu merupakan daftar operasi yang dibutuhkan untuk
memproduksi komponen dengan bahan yang dirinci dalam bill of material.
4. Perintah Kerja (Work Order) yaitu sebuah instruksi untuk membuat sejumlah kuantitas
produk tertentu biasanya untuk jadwal tertentu.
5. Engineering
Change Notices (ECN) yaitu sebuah perbaikan atau perubahan dari gambar
teknik atau bill of material.
6. Manajemen Konfigurasi (Configuration Management) yaitu suatu
system dimana sebuah produk direncanakan dan perubahan konfigurasi
diidentifikasi secara akurat sementara pengendalian dan pertanggung jawaban
suatu perubahan tetap terjaga.
PMW proposal wirausaha warung jombang
Ringkasan
Pendahuluan
1. Latar Belakang : Yang melatar belakangi kami
mengajukan proposal ini, adalah kami ingin mengembangkan usaha dari orang tua
kami yang sudah berjalan hampir 12 tahun yang di dukung kemampuan memasak nasi
goreng yang khas dari Jombang yang tidak di punyai oleh sembarang orang. Selain
itu persaingan yang sangat ketat akibat dibukanya jalur akses Suramadu membuat
usaha yang telah dapat menghidupi keluarga kami ini perlu menambah cabang
ataupun pengembangan lainnya.
2. Ruang Lingkup : Ruang lingkup pengembangan usaha
kami sangat menjanjikan dan sangat cepat dalam pengembalian modal usaha yang
akan dirintis sebagai pengembangan usaha yang sama. Pengembangan usaha yang
kami bangun merupakan usaha dari orang tua kami. Pengembangan usaha meliputi
perbaruan warung yang sudah lama telah berdiri ataupun membuka cabang warung
yang sama di tempat yang berbeda.
Managemen
Nama Usaha : Pengembangan usaha terun temurun “ WARUNG
JOMBANG”. Nama Pemilik : Sulis Tiyowati. Bidang Usaha : Usaha dagang makanan
cepat saji. Jumlah Karyawan : 3 orang
C. Pemasaran
1. Produk yang dipasarkan : Makanan dengan resep yang unik yaitu nasi goreng, mie goreng, mie rebus, dan mihun. Minuman es the,
es jeruk, kopi, minuman sachet dan botol.
3. Sasaran Konsumen : Langganan yang biasa membeli, Masyarakat
Tanah merah dan masyarakat yang melintasi jalan utama Madura.
4. Wilayah pemasaran : Meliputi Kecamatan tanah merah
dan sepanjang jalan lintasan bangkalan – sampang.
5. Proyeksi penjualan bulanan:
D. Teknik Produksi
1. Kapasitas produksi : Setiap harinya mengabiskan
beras 8 kg dan dengan pengeluaran
2. Ketersediaan bahan baku : Bahan baku pembuatan nasi
goreng sangat melimpah di pasar tanah merah bangkalan.
3. Fasilitas produksi : sangat lengkap dan milik
sendiri.
E. Keuangan
1. Total biaya : Rp 7.500.000
2. Modal sendiri : Rp 500.000
3. Pinjaman Yang Diajukan : Rp 7.000.000
5. Penjualan per tahun : Rp 253.640.000
6. Keuntungan per tahun : Rp 76.708.000
7. ROI ( Return On Investment ): Rp 89.208.000 dalam jangka waktu 1 tahun.
8. BEP (Break Even Point): Rp 57.521.000 dalam waktu triwulan III.
( 3x Rp 63.410.000)-(3 x Rp
44.233.000)
Bab I
PENDAHULUAN
1.1
Dasar gagasan pengembangan usaha
Keahlian dalam memasak nasi goreng
yang kami dapatkan secara turun temurun di daerah asal orangtua kami yang
sebagian besar berdagang nasi goreng merupakan gagasan dari pengembangan usaha
kami. Kegemaran masyarakat Madura terhadap masakan jawa terutama nasi goreng
dan bakso menjadi intipenting dari program kami. Selain itu usaha kami termasuk
usaha yang berjalan sudah lama dan perlu untuk diadakan pengembangan usaha yang
baru juga tidak di pungkiri semakin banyaknya persaingan yang menyajikan
masakan yang semakin beragam.
Berbekal keahlian membuat nasi
goreng yang kami dapatkan dari orang tua kami, yang telah lebih dulu
menjalankan usaha selama bertahun – tahun, kami bermaksud mengembangkan usaha
di bidang yang sama yaitu warung nasi goreng. Ramai nya sepanjang jalan Madura akibat pembangunan jembatan
suramadu dimanfaatkan masyarakat untuk membuka usaha. Kebanyakan usaha yang di
buka mendadak adalah warung makanan yang berada sepanjang kecamatan di
kabupaten Bangkalan. Begitu pula di Kecamatan tanah merah tepat di depan pasar
tanah merah yang setiap malamnya ramai akan orang berjualan, seiring banyaknya
warung yang berdiri disana persaingan pun semakin ketat. Warung nasi goreng
yang akan kami kembangkan dulu cuma ada 1 pesaing saja, dan sekarang sudah ada
3 pesaing. Hal tersebut di atas yang menjadi dasar pengembangan usaha warung
kami, agar tidak tergeser oleh warung – warung baru dan pelanggan masih setia
terhadap kami.
1.2
Nama dan alamat usaha
Usaha yang kami kembangkan adalah
“Warung Jombang”. Warung Jombang adalah warung yang menjual makanan dengan menu
utama nasi goreng yang berasal dari Kabupaten Jombang. Usaha kami terletak di
depan pasar tanah merah kabupaten Bangkalan yang buka setiap hari pada malam
hari. Warung jombang memilki keunikan rasa yang tidak dapat di temukan di
warung nasi goreng lainnya. Tetapi untuk warung nasi goreng lain nya yang
berasal dari daerah yang sama dengan kami , maka sedikit banyak memiliki
kesamaan baik rasa, harga , maupun penyajian.
1.3
Bidang usaha
Bidang usaha yang kami kembangkan
adalah termasuk bidang usaha makanan. Makanan yang cepat saji ketika pembeli
memesan, maka baru dibuatkan. Selain dari menu utama yaitu nasi goreng, kami
juga menyediakan menu lain yaitu mie goreng, mie rebus. Untuk minumannya
standart saja seperti es teh, es jeruk, Kopi, Susu, es rasa sachet. Ketika
bulan puasa tiba warung kami menambahkan menu lalapan seperti bebek goreng,
tempe penyet, ayam goreng, lele goreng.
Bidang usaha kami sudah berdiri
sejak 12 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih berkembang. Bidang usaha
kami adalah merupakan usaha yang unik. Hal ityu karena masakan atau keahlian
yang di dapat mencakup satu desa yang mempunyai keahlian yang sama yaitu
memasak nasi goreng. Rata – rata tetangga kami juga membuka usaha yang sama di
berbagai tempat di Indonesia. Di Madura sendiri, di 3 kabupaten sudah banyak
yang membuka usaha warung jombang yang membuka menu utama nasi goreng di
antaranya kabupaten bengkalan, sampang, dan sumenep. Sebagian besar dari mereka
masih merupakan family dari kami. Pembukaan warung nasi goreng sangat
menjanjkan dan memilik prospek yang tinggi pula.
1.4
Bentuk Badan Usaha
Usaha yang akan kami kembangkan
adalah tidak berbadan usaha atau disebut juga Usaha milik pribadi. Orang tua
kami membuka usaha 2 cabang yang bertama Bapak yang membuka warung di tempat
lain yaitu tepatnya di Petemon Tanah Merah Bangkalan, dan Ibu membuka warung di
Depan pasar tanah merah. Tidak ketinggalan, saudara laki – laki kami juga telah
membuka usaha yang sama di Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Sepanjang jalan
Madura banyak saudara kami yang membuka warung yang sama, sepeti halnya di
Blega ada 5 warung, di Bangkalan kota terdapat lebih dari 7 saudara kami yang
membuka usaha yang sama, dan banyak saudara yang tersebar di Pulau Madura yang
membuka warung yang sama. Untuk usaha yang kami kembangkan, karena usaha milik
sendiri maka tidak mengenal bagi hasil 100% hasil yang diperoleh akan jadi
milik kami seutuhnya.
1.5
Gambaran perkembangan usaha
Usaha kami berdiri sejak 12 tahun
yang lalu, sejak pertama kali buka usaha kami ramai setiap hari dan hanya
membuka 1 warung saja. Penghasilan yang kami peroleh sejak pertama kali membuka
usaha lebih banyak dibandingkan sekarang. Seiring ramainya jalan di Madura dan
dibukanya akses jembatan suramadu, maka banyak pula yang membuka usaha baik
usaha yang sama ataupun berlainan. Semakin lama semakin banyak saingan dan
otomatis penghasilan semakin menurun. Untuk mengatisipasi hal tersebut maka
kami beinisiatif untuk membuka cabang di pasar sebelah yaitu pasar Petemon.
Masing – masing warung di kelolah oleh orang tua kami. Perkembangan usaha kami
mengikuti pola pembeli , jika bulan puasa pendapatan kami juga agak berkurang
karena kebanyakan masyarakat sudah memasak sendiri dan jarang orang yang
membeli untuk bekal sahur. Untuk itu kami menambah menu seperti bebek goreng,
lele goreng, tempe penyet , ayam goreng.
Semakin padatnya orang yang
berjualan di area pasar tanah merah, maka semakin ketat juga persaingan.
Perkembangan usaha kami juga agak kurang bagus seiring banyaknya warung baru. Oleh
sebab itu kami bermaksud mengembangkan usaha ini, yang merupakan usaha milik
orangtua yang sejak lama telah berdiri. Keahlian dalam memasak nasi goreng
adalah kunci khusus yang membuat usaha kami masih bisa berkembang walaupun
perkembangan nya relatif sedikit.
Bab II
PROFIL
USAHA
2.1
Gambaran umum usaha
Usaha kami merupakan usaha yang
menjual makanan dengan menu khusus nasi goreng Jombang. Tidak di pungkiri nasi
goreng jombang berada di mana- mana dan semua itu berasal memang dari Kabupaten
Jombang. Warung Jombang usaha kami berdiri sejak tahun 1999. Sejak awal buka
sampai sekarang , kami menjual makanan nasi goreng, mie goreng, mie rebus , dan
mihun dengan minuman es jeruk, kopi, es the dan minuman sachet. Jika bulan ramadhan
tiba , maka menu kita tambah dengan lalapan ( bebek goreng, ayam goreng, lele,
tempe penyet ) hal itu dikarenakan di bulan puasa permintaan terhadap nasi
goreng agak menurun. Warung kita buka mulai jam 17.00-habis, maksimal jam 01.00
kita sudah pulang. Kami membuka stand di depan Pasar tanah merah Bangkalan
dengan tenaga kerja yang berjumlah 4 orang.
Usaha kami dengan nama “Warung
Jombang”, hal itu memang kami berasal dari Jombang. Di desa kayen Kecamatan
Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang sebagian besar masyarakatnya bermata
pencaharian dengan menjual nasi goreng. Mereka sangat ahli dalam memasak nasi
goreng, dan salah satu orang tua kami berasal dari daerah tersebut. Tidak
peduli apakah orang tersebut kaya atau miskin, mereka semua rata – rata menjual
nasi goreng baik dengan keliling ataupun dengan merantau seperti kami. Usaha
kami merupakan usaha yang sudah berkembang di Madura dan sebagian besar dari
mereka yang berada di Madura adalah masih memiliki hubungan persaudaraan dengan
kami. Secara umum usaha kami telah berkembang dan mampu bersaing dengan warung
yang lain yang berada di Tanah merah.
2.2
Perizinan
Karena usaha kami merupakan usaha
makanan dengan sistem bongkar pasang tenda di depan tempat umu yaitu pasar,
maka kami tidak memiliki surat perizinan yang sah. Tetapi walaupun demikian
kami setiap harinya di pungut biaya untuk penempatan lahan yang kami tempati
berjualan sebagai tanda bahwa kita resmi dan sah dalam menempati lahan
tersebut.
2.3
Aspek Teknis Produksi
Dalam membuat makanan yang kami jual
dengan sistem memasak langsung ketika di pesan dengan bumbu yang telah kami
siapkan. Proses memasak kami memakai kompor yang intensitas keluarnya api
besar, sehingga menambah sedap rasa dan cepat saji. Berikut cara membuatan
makanan yang kami jual:
-
Nasi goreng ( 1
porsi )
Bahan dasar : Nasi putih 2,5 sendok nasi, sawi, kol
secukupnya.
Bumbu: Vatsin, bawang putih, garam, kecap asin, kecap
manis, Raja rasa, minyak wijen, saos tomat, saos Lombok. Cara pembuatan , Pertama
penggorengan yang telah panas dan di kasih minyak goreng secukupnya masukan
telor yang telah di kocok, masukkan ayam yang telah di goreng sebelumnya dan
sudah di potong – potong, masukkan kecap asin, nasi putih, sawi dan kol dan
goreng sampai agak kering , masukkan saos tomat, saos Lombok, raja rasa, kecap
asin , kecap manis, Vatsin, dan garam secukupnya lalu goreng sampai kering dan
terakhir masukkan minyak wijen, raja rasa dan kecap asin lagi, kemudian angkat
dan tambahi mentimun dan cabai hijau.
-
Mie goreng ( 1
porsi )
Bahan dasar : Mie rebus 2 buah,sawi, kol secukupnya.
Bumbu : sama dengan bumbu nasi goreng. Cara pembuatan
, pertama penggorengan yang sudah panas dan telah dikasih minyak masukkan telor
yang telah di kocok, masukkan ayam yang telah di goreng, masukkan kecap asin,
air kaldu ayam secukupnya, tunggu sampai mendidih, masukkan sawi dan kol tunggu
hingga layu, masukkan mie yang telah di rebus sebelumnya setengah matang, tutup
sebentar, masukkan bumbu ( vatsin, garam, saos tomat, saos pedas, kecap manis ,
kecap asin, raja rasa, aduk dengan menggunakan supit sebentar dan tutup lagi
hingga airnya kering, terakhir masukkan minyak wijen, raja rasa, dan kecap
asin. Kemudian angkat dan tambahkan mentimun dan cabai hijau.
-
Mie rebus , pada
dasarnya bahan dan cara pembuatannya sama dengan mie goreng, hanya pada mie
rebus air kaldu yang di tuangkan jumlahnya lebih banyak . Dan itu yang akan di
jadikan kuah untuk penyajian mie rebusnya. Berikut peta proses pembuatan produk kami secara umum:
|
||||
|
Gambar Peta proses operasi (Operation Process Chart) Warung Jombang
2.4 Aspek Pemasaran
v Strategi produk
Jenis produk yang kami pasarkan adalah makanan yang unik,
karena tidak sembarang orang dapat memasak nasi goreng khas dari Jombang.
Makanan yang kami sajikan antara lain nasi goreng, mie goreng, mihun. Sedangkan
untuk minuman kita menyediakan es the, es jeruk, kopi, dan minuman sachet /
botol. Wilayah pemasaran mencangkap kecamatan Tanah merah dan sekitarnya walaupun
demikian pembeli kebanyakan datang drai langganan yang biasa melintasi jalan
pasar tanah merah. Untuk harga makanan yang kami jual kami menggunakan sistem kesamaan harga.
Maksudnya, semua warung jombang yang menjual nasi goreng mengadakan kesepakatan
harga, jika harga naik maka seluruh warung jombang di Madura akan naik pula.
Untuk kesepakatan harga kita tidak menemui kesulitan karena sebagian besar dari
mereka yang membuka warung jombang adalah merupakan family. Untuk 1 porsi makanan
kami mematok harga Rp 5000, untuk minuman semua jenis meinuman Rp 2000 kecuali
untuk inuman sachet dan botol yang harganya menyesuaikan harga beli.
v Strategi cara.
Promosi tidak kami lakukan karena sudah lama warung kita
berdiri sehingga banyak langganan dan masyarakat yang mengetahui usaha kami. Pemasaran
usaha kami, dilakukan secara langsung datang ke warung kami. Pemasaran di
lakukan dengan cara membuka warung secara langsung dengan menggunakan spanduk
yang bertuliskan menu makanan dan minuman yang kami jual dengan nama warung
Jombang. Warung kami menggunakan gerobak
dengan sistem bongkar pasang. Kami buka
dari jam 17.00 sampai habis dan paling malam mencapai jam 01.00 dini hari.
Warung kami terletak tepat di depan pasar tanah merah bangkalan, tempat yang
sangat strategis untuk membuka usaha
makanan dan merupakan pusat pedagang makanan di kecamatan tanah merah. Selain
itu di tempat kami adalah tempat yang strategis untuk membeli bahan baku
pembuatan nasi goreng usaha kami, ketika belanja behan baku tidak perlu jauh –
jauh di pasar yang buka setiap pagi menyediakan bahan baku yang lenkap pula. Kita
membayar tenaga kerja 1 orang, Dengan bantuan dari kaluarga kami misalnya adik,
dan ibu ketika berjualan maka akan mengurangi biaya tenaga kerja.
v Sasaran
Pemasaran
dengan sasaran utama masyarakat sekitar pasar tanah merah yang jarang sekali menemukan masakan yang
berasal dari Jombang terlebih rasanya yang khas. Pemasaran Juga di tujukan
kepada orang yang lewat melintasi jalan pasar tanah merah sebagai pengobat
lapar mereka.
v Analisa pesaing
Tidak
di pungkiri sepanjang jalan di Madura banyakl sekali warung jombang yang telah
di buka. Untuk pembukaan warung jombang di tanah merah hanya ada satu yaitu
warung kami. Warung nasi goreng yang ada di tanah merah pada awalanya hanya ada
2 warung yaitu warung kami dan warung milik orang asli Madura sendiri. Seiring
ramainya jalan raya , sekarang warung nasi goreng ada 4 warung. Rata – rata
warung yang lain mematok harga Rp 7000 per pori, sedangkan kita hanya mematok
harga Rp 5000 per pori. Untuk kategori harga kita masih di bawah yang lain.
Sedangkan untuk jumlah per porsinya kita lebih sedikit di bandingkan yang lain.
Berikut adalah gambar step HOQ dari strategi produk kami:
Gambar step 1 HOQ produk nasi goreng
Keterangan : = Competitive produk
= Our produk
Penggunaan
step 1 HOQ karena kita tidak melakuka respon terhadap konsumen karena untuk
membagikan quisioner ataupun wawancara pelanggan tidak memungkinkan.
Analisa gambar :
v Penetapan harga: Produk kami berada 2 step lebih
tinggi dibandingkan competitor. Harga yang kita patok untuk tiap pori Rp 5000,-
sedangkan Harga dari competitor Rp 7000,-. Untuk target kita yang akan
datang kita tidak menaikkan harga
ataupun menurunkan harga, penetapan harga konstan seperti biasa.
v Cita rasa khas : Produk kami berada 2 step lebih
tinggi di bandingkan competitor. Hal itu di tunjukkan bahwa cita rasa produk
kami memiliki keunikan di bandingkan 3 warung nasi goreng lainnya yang rata –
rata mereka berasal dari Madura. Cita rasa produk kami tidak sembarang orang
dapat memasak nasi goreng khas daerah kami. Karena resep berasal dari satu desa
di kecamatan Bandar kedung mulyo Jombang yang rata – rata memiliki mata
pencaharian penjual nasi goreng secara turun – temurun dan sudah terkenal.
v Jumlah sajian per porsi : Untuk setiap porsinya produk
kami berada 2 step di bawah competitor. Dalam penyajian produk kita lebih
sedikit di bandingkan competitor. Kita ber prinsip pada rasa, walaupun jumlah
pori lebih sedikit yang penting rasa tetap lebih unggul. Hal tersebut juga
berkaitan dengan harga, jika harga lebih mahal maka jumlah tiap porsinya juga
lebih banyak. Target kita yang akan datang adalah minimal jumlah tiap pori
sebanding dengan competitor.
v Kelengkapan sajian: Dalam penyajian tiap porsi produk
kami hanya nasi goreng saja dan kurang lengkap. Sedangkan competitor berada 1
tingkat lebih tinggi di bandingkan kita. Hal itu ditunjukkan penyajian
competitor lebih lengkap dengan tambahan krupuk dan telor untuk setiap
porsinya. Target kita yang akan datang adalah melengkapi sajian dengan telur,
krupuk dan sosis.
v Pelayanan :Dalam hal pelayanan produk kita setingkat
lebih unggul di bandingkan competitor . Hal itu di tunjukkan bahwa setiap kali
penyajian kita lebih cepat, karena kita memakai kompor yang sudah kami setting
sendiri dengan keluaran api intensitas tinggi, sehingga mudah masakan mudah
matang. Sedangkan untuk competitor menggunakan kompor biasa sehingga proses
memasak lebih lama. Ditambah tenaga kerja yang kami miliki lebih banyak
sehingga pelayanan terkesan singkat dan memuaskan. Untuk target yang akan
datang kita tidak meningkatkan dalam segi pelayanan ataupun menurunkannya.
2.5 Aspek Manajemen
Memanfatkan tenaga kerja yang berasal dari keluarga kami
sendiri meruapaka cara penghematan biaya tenaga kerja. Untuk tenaga kerja dari
luar keluarga kami, kami mempekerjakan 1 orang pekerja untuk membantu penjualan
di warung kami. Hasil dari usaha kami dikelolah oleh keluarga sendiri. Untuk
pekerja belum bisa untuk memasak nasi goreng akan di latih dan di ajarkan cara
membuat nasi goreng ala keluarga kami. Sistem pembayaran tenaga kerja dengan
sistem bulanan yaitu 750.000,-.
Sebagai juru masak adalah berasal dari kami sendiri yang
mempunyai keahlian secara turun temurun. Kami memasak nasi goreng sendiri,
sedangkan pekerja hanya membantu menyiapkan hidangan. Tugas pekerja adalah
mencakup semuanya, tetapi untuk memasak hanya dapat di lakukan oleh pihak dari
keluarga kami sendiri, seperti bapak, ibu, atapun saya sendiri. Pihak keluarga
kami hanyalah memasak saja selebihnya adalah tugas dari pekerja kami. Untuk
memasak nasi goreng yang siap saji, terlebih dulu kiata memasak bahan setengah
jadi ketika dirumah sehingga dalam penyajian menjadi cepat.
2.6 Aspek keuangan
-
Strategi harga:
Untuk 1 porsi nasi goreng kami mematok harga lebih murah dengan nasi goreng
lainnya yaitu 5000,-.Strategi kami mengedepankan rasa, rasa yang kami unggulkan
di bandingkan yang lainnya. Demikian juga semua makanan yang kami jual harga
rata – rata 5000,-. Harga minuman rata – rata Rp 2000,- kecuali harga minuman
sachet dan botol dengan harga berbeda.
-
Strategi keuangan:
Rincian Pengeluaran
RutinPer bulan
Rincian Pengeluaran Rutin Per minggu
Rincian Pengeluaran Rutin Per hari
Rincian Pengeluaran tidak rutin
A. Asumsi Pengeluaran Secara Umum
B. Asumsi Pengeluaran dalam 1 tahun
C. Asumsi Pendapatan Secara Umum
D. Asumsi Pendapatan Dalam 1 Tahun
E. Perhitungan Rugi / Laba
Rugi
/ Laba ( 1 tahun )= Pendapatan ( 1 tahun ) – Pengeluaran ( 1 tahun )
= Rp 253.640.000 – Rp 176.932.000
= Rp 76.708.000
Bab III
KESIMPULAN
Dari rincian proposal kami diatas, kami dapat
menyimpulkan:
v Usaha kami adalah usaha pengembangan usaha yang sudah
berjalan yang sudah laksanakan oleh
orang tua kami selama kurang lebih 12 tahun.
v Usaha kami mengandalkan keahlian memasak nasi goreng
yang khas berasal dari daerah kami dengan mayoritas penduduk berdagang nasi
goreng yang rasa dan masyurannya tidak diragukan lagi.
v Prospek pendapatan yang tinggi, sehingga cepat untuk
pengembalian modal yang kita tanam yaitu dalam waktu 1 tahun dengan laba bersih Rp 76.708.000
|
Subscribe to:
Posts (Atom)




